Senin, 19 Juni 2017

Mari Mengenal lebih dekat 12 Eco-Lifestyle versi U-Green ITB!

      Halo semuanya!! Pada postingan gue kali ini, gue bakal bahas mengenai 12 Eco-Lifestyle U-Green ITB. Dari namanya yaitu Eco dan Lifestyle, kita bisa artikan Eco-Lifestyle sebagai gaya hidup yang ramah lingkungan. Terus, kenapa ada U-Green ITB nya? Karena Eco-Lifestyle yang gue posting ini didapat dari unit kegiatan mahasiswa gue di ITB yaitu U-Green ITB (Unit Green ITB atau unit yang bergerak dalam bidang pengkajian lingkungan dan juga pelestariannya). Sebagai anggota U-Green, gue dan temen-temen anggota U-Green yang lain wajib melaksanakan 12 Eco-Lifestyle ini dan "disunnahkan" untuk membagikannya kepada orang lain. Nah, karena "disunnahkan" untuk membagikannya kepada orang lain ini gue merasa tergerak untuk berbagi melalui blog ini. Langsung aja kita bahas satu per satu 12 Eco-Lifestyle versi U-Green ITB ini.


1. Berwawasan Lingkungan
      
      Seperti gaya hidup pada umumnya, kita harus mengetahui ilmu yang melatarbelakangi munculnya gaya hidup tersebut dan alasan untuk melakukan gaya hidup tersebut. Misalnya gaya hidup sehat, untuk melalukan gaya hidup sehat kita perlu tau apa itu sehat, caranya sehat, dan alasan gaya hidup tersebut dapat membuat kita sehat. Untuk melakukan gaya hidup ramah lingkungan kita perlu mengetahui apa itu lingkungan, bagaimana cara menjaga kelestarian lingkungan, perlunya menjaga kelestarian lingkungan, dan hal-hal berbau lingkungan lainnya. Hal-hal tersebut dapat diperoleh melalui banyak media seperti buku, internet, majalah, radio, televisi, dan media lainnya.

2. Memilah Sampah Dengan Tepat

      Mungkin kebanyakan dari kita yang telah membuang sampah pada tempatnya, tetapi belum memilahnya dengan benar. Di tempat-tempat umum biasanya telah tersedia 2 jenis tempat sampah yaitu organik dan non-organik. Namun, pemisahan 2 jenis sampah seperti ini masih belum tepat karena mungkin banyak orang yang keliru bahwa sampah kertas merupakan sampah non-organik padahal sampah kertas merupakan sampah organik. Oleh karena itu, di U-Green sampah terbagi menjadi 3 jenis yaitu sampah mudah terurai, sampah sulit terurai, sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Mudah terurai di sini artinya sampah dapat diuraikan oleh bakteri maupun organisme pengurai dengan mudah dan relatif cepat. Sulit terurai di sini merupakan kebalikan dari mudah terurai dan jenisnya bisa saja organik. Sementara sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) adalah sampah yang proses pembuangannya membutuhkan perlakuan khusus seperti cairan tubuh manusia, zat-zat kimia hasil limbah laboratorium, baterai bekas, dan sampah lainnya yang memiliki kemungkinan dapat mengkontaminasi lingkungan secara berbahaya. Untuk prakteknya, kalian dapat membuat 3 tempat sampah di tempat tinggal kalian yang bertuliskan 3 jenis sampah yang telah disebutkan di atas sehingga kalian sudah mendukung proses pemilahan sampah yang baik minimal di lingkungan kalian. Selain itu, jangan lupa mengingatkan orang lain untuk selalu memilah sampah dengan baik setiap kalian melihat orang yang salah dalam memilah sampah.

3. Mengurangi Volume Sampah

      Kata mengurangi di sini artinya mengurangi ukuran dari sampah yang kita buang maupun mengurangi frekuensi pembuangan sampah. Contoh dari mengurangi ukuran sampah adalah ketika kita mau buang sampah botol plastik air mineral, kita buka label botol dan tutup botolnya kemudian diremukkan hingga ukurannya lebih kecil. Contoh lainnya ketika kita mau membuang sampah kardus atau box, kita lipat kardus tersebut hingga bentuknya menjadi 2 dimensi (persegi atau persegi panjang). Terus contoh buat mengurangi frekuensi sampah dengan cara 3R (Reuse, Reduce, Recycle) yang kalian pasti sudah kenal seperti apa 3R itu wkwk. Oh iya, selain membantu menjaga lingkungan, proses pengurangan ukuran sampah dapat menghindari penyalahgunaan sampah juga seperti pemakaian ulang/botol rekondisi yang berbahaya jika digunakan sebagai kemasan pangan.

4. Mencabut Colokan Listrik Yang Tidak Digunakan

      Seringkali setelah menggunakan peralatan elektronik, kita lupa mencabut colokannya dan aliran listriknya tetap mengalir walaupun elektronik tersebut tidak menyala. Hal ini dapat menyebabkan pemborosan listrik dan juga membuat tagihan listrik "membengkak". Selain itu, kita juga sering mengisi daya handphone dan meninggalkannya tidur sehingga ketika sudah 100% tidak dicabut-cabut. Hal seperti itu dapat membuat energi listrik yang digunakan untuk mengisi daya baterai terbuang sia-sia dan juga merusak baterai handphone perlahan-lahan. Jadi, apabila alat elektronik sedang tidak digunakan cabut aja colokannya daripada buang-buang listrik dan membuat tagihan listrik kita bertambah.

5. Mematikan Lampu Yang Tidak Dibutuhkan

      Di siang hari, seringkali kita menghidupkan lampu yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Daripada menggunakan lampu, lebih baik membuka jendela maupun tirai jendela biar cahaya bisa masuk ke ruangan yang terangnya sama dengan lampu. Tujuannya sama seperti Eco-Lifestyle nomor 4 yaitu untuk menghindari buang-buang listrik yang bisa buat pembangkit listrik bekerja ektra untuk memproduksi energi listrik dan memperbesar tagihan listrik juga.

6. Menggunakan Air Secara Efektif & Efisien 
   
      Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak bisa lepas dari yang namanya air. Air dipakai buat berbagai kebutuhan mulai dari minum, memasak, dan juga MCK. Agar kebutuhan air manusia di seluruh dunia dapat terpenuhi dan menghindari krisis air, kita perlu bijak dalam menggunakan air. Contoh bijak menggunakan air adalah menggunakan air secara efektif dan efisien seperti menutup kran air dengan sempurna jangan sampai ada air yang menetes karena setiap tetes air berharga #ea. Terus, pas lagi cuci tangan jangan lupa kran airnya ditutup dulu selama tangan kita diberi sabun dan kalau mau dibilas baru buka lagi kran airnya. Btw, soal kran yang memang dasarnya menetes terus bisa diakalin dengan kita tampung airnya sama ember biar klo udh banyak bisa kita pakai juga wkwk.

7. Menghemat Penggunaan Kertas

      Walaupun saat ini merupakan era digital, penggunaan kertas tidak terlepas dalam kegiatan pembuatan dokumen dan arsip. Bahan baku kertas yang berasal dari kayu akan mempengaruhi jumlah pohon yang ada di dunia dan berkaitan langsung dengan fungsi pohon sebagai penghasil oksigen sehingga kita harus berhemat dalam penggunaan kertas. Kita tetap bisa menggunakan kertas dalam jumlah yang cukup banyak, tetapi kita dapat berhemat dengan menggunakan kertas secara bolak-balik sehingga salah satu sisi kertas tidak "menganggur". Istilah dari penggunaan kertas seperti ini biasa disebut kertas reuse atau melakukan reuse kertas.

8. Menggunakan Barang-Barang Refillable
  
      Mungkin beberapa dari kita baru pertama kali mendengar barang refillable. Barang refillable adalah barang yang dapat digunakan berkali-kali sehingga tidak perlu dibeli atau diproduksi berkali-kali dalam jangka waktu yang pendek. Contoh dari barang refillable adalah botol minum refillable seperti merk Tupperware (bukan promosi wkwk). Dalam penggunaan barang refillable perlu diperhatikan juga keamanannya jika dipakai untuk menyimpan bahan pangan. Penggunaan barang refillable dapat mengurangi limbah botol plastik maupun barang-barang berbahan plastik serta mengurangi biaya yang keluar untuk membeli barang yang hanya sekali pakai.
 
9. Mengurangi Penggunaan Kantung Plastik Maupun Kresek

      Ketika berbelanja di pasar tradisional, pasar swalayan, dan toko, biasanya kita akan diberi kantung plastik baik itu kantung plastik biasa maupun kantung kresek untuk membawa barang belanjaan kita. Dibalik kemudahan dalam menggunakan plastik, bahan ini sulit sekali terurai di alam sehingga dapat mencemari lingkungan terutama tanah. Untuk mencegah ataupun mengurangi hal itu, kita dapat mulai berbelanja menggunakan tote bag yang dikategorikan sebagai barang refillable dan menolak apabila diberikan kantung plastik. Nah, kalau udah terlanjur pakai kantung plastik atau kresek ada jalan untuk mencegah pencemaran lingkungan yaitu dengan menggunakan kantung plastik atau kresek tersebut berkali-kali hingga kantung plastik itu bener-bener rusak dan gak bisa digunakan lagi.

10. Bijak Dalam Berkendara

         Transportasi merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi manusia. Dalam memenuhi kebutuhan transportasi, manusia menciptakan berbagai kendaraan bermotor seperti mobil, motor, bus, pesawat, kereta api, dan kapal laut. Penggunaan kendaraan bermotor ini memiliki efek negatif juga kepada lingkungan yaitu sisa hasil pembakaran mesin kendaraan bermotor yang dapat merusak lingkungan dengan mencemari udara. Untuk mengurangi dampak atau efek negatif tersebut, kita dapat bijak dalam berkendara. Bijak dalam berkendara di sini artinya kita harus cermat dalam menggunakan kendaraan yang akan kita gunakan berdasarkan jarak tempuh dan kapasitas kendaraan. Maksudnya adalah ketika akan berpergian dengan jarak yang dekat lebih baik berjalan kaki atau menggunakan sepeda saja, ketika ada sekelompok orang yang akan menuju tujuan yang sama lebih baik pergi bersama-sama dengan 1 kendaraan saja tidak pergi sendiri-sendiri, dan juga lebih memilih kendaraan publik/umum dibanding mengendarai kendaraan pribadi.

11. Sayangi Makhluk Hidup

         Kita hidup di bumi tidaklah sendirian, kita hidup bersama makhluk hidup lainnya seperti hewan dan tumbuhan. Tuhan Yang Mahakuasa telah menciptakan kita sebagai khalifah/pemimpin di muka bumi untuk merawat dan menjaga kelestarian bumi itu sendiri maupun makhluk-makhluk hidup yang ada di dalamnya. Selain itu, guna kita merawat dan menjaga kelestarian makhluk hidup yang ada di sekitar kita adalah untuk menjaga keseimbangan ekosistem di bumi yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kelangsungan hidup kita juga. Hal kecil yang dapat kita lakukan untuk menyayangi makhluk hidup adalah dengan memberikan makanan kepada hewan liar yang sedang berkeliaran di sekitar kita misalnya kucing liar, tidak memelihara hewan apabila merasa tidak sanggup untuk merawatnya dan tidak memelihara hewan/satwa yang dilindungi, jangan menebang atau merusak bagian tanaman secara sengaja tanpa tujuan dan ukuran yang jelas.

12. Membangun Kesadaran Publik

         Setelah kita melakukan 11 gaya hidup di atas, mari kita mulai berbagi dan memberikan kesadaran kepada orang lain tentang pentingnya menjaga dan merawat kelestarian lingkungan dengan melakukan gaya hidup yang ramah lingkungan. Caranya dapat memiliki bentuk yang beragam, mulai dari menulis di blog seperti yang gue lakukan, melakukan penyuluhan kepada masyarakat di Car Free Day, membuat seminar tentang pentingnya menjaga lingkungan, dan paling minimal dapat mengingatkan orang terdekat seperti keluarga, sahabat, dan teman untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan. Saru orang menyebarkan kebaikan pada satu orang lain, akan memiliki pengaruh ke lebih dari satu orang menurut gue.

      Itulah 12 Eco-Lifestyle yang U-Green ITB terapkan secara khusus kepada anggotanya dan secara umum kepada masyarakat. Jujur sangat sulit untuk melakukan 12 Eco-Lifestyle di atas secara berkelanjutan karena banyak tantangan dan harus menghilangkan kebiasaan yang sulit sekali hilang. Gue sendiri masih belum bisa melakukan seluruh 12 Eco-Lifestyle yang diajarkan U-Green ke gue, tapi gue selalu berusaha untuk bisa melakukan semuanya. Harapan dari postingan gue ini adalah orang yang membaca ini terinspirasi dan teredukasi untuk memulai niat selalu menjaga kelestarian lingkungan melalui 12 Eco-Lifestyle atau 12 gaya hidup ramah lingkungan. Salam Hijau!🍃🍃🍃

    
 
 
       




Tidak ada komentar:

Posting Komentar